Wednesday, March 7, 2007

JAVA BUKAN PRODUK, JAVA ADALAH KOMUNITAS



Mungkin dari sekilas judul di atas sedikit agak kontroversi bagi rekan-rekan JUG, namun bagi saya tidak karena sekarang hal ini sangat wajar melihat metode perkembangan java yang dirasakan menjamur ke setiap orang berbeda dengan perkembangan bahasa pemrograman yang lain. Hal ini tentunya sangat beralasan mengingat java saat ini berkembang pesat melalui berbagai komunitas secara global maupun lokal dikampus-kampus, perusahaan-perusahaan baik kecil maupun besar. Perkembangan java sendiri sampai saat ini sudah tidak dapat dihitung jumlahnya, komunitas di sekolah, kampus, berbagai perusahaan yang fokus di open source, maupun perusahaan yang mandiri ingin membangun sistem informasi perusahaan dengan produk open source terutama dengan java karena kemampuan API yang sangat banyak dan komplek menjadikan java sebagai sebuah solusi yang sangat handal.


Dari perkembangan JAVA saat ini, saya sangat jarang melihat java sebagai sebuah produk, dimana sebuah produk merupakan barang yang dihasilkan oleh sebuah perusahaan yang nantinya akan dijual atau diperkenalkan oleh perusahaan kepada konsumen yang membutuhkan dengan harapan imbal balik yang sepadan dengan barang yang ditawarkan. Namun JAVA tidak, JAVA lebih menekankan sebuah barang yang diberikan kepada setiap orang tanpa mengharapkan imbal balik dari pemakai. Setiap orang bisa memakai java tanpa harus membayar atau memberikan timbal balik kepada pihak pembuat.

Dari perkembangan teknologi JAVA saat ini sangat jarang adanya penggunaan iklan atau penawaran produk untuk menarik para developer menggunakan JAVA, namun mereka yang menggunakan java merupakan orang-orang yang lebih merasakan kelebihan JAVA dibanding dengan yang lain, sehingga di JAVA tidak pernah ada istilah “Iklan Lebih Baik Dari Produk”. JAVA sendiri berkembang pesat berkat komunitas yang merasakan kelebihan JAVA itu sendiri dibanding menggunakan produk lain, JAVA tidak memaksakan produk kepada para developer, jika developer menggunakan JAVA silahkan, jika tidak juga tidak apa-apa karena tidak ada yang rugi meskipun tidak ada yang menggunakan.

Monday, March 5, 2007

Mengintip Sistem Keamanan pada IBM Web Sphere V 5.1

Administrasi dan Konfigurasi IBM Web Sphere

Mungkin bagi pembaca pernah mendengar saat dijelaskan oleh dosen waktu kuliah Aplikasi Internet di kampus namun belum pernah mencoba atau tau seperti apa aplikasi IBM Web Sphere ini. IBM Web Sphere sendiri merupakan aplikasi web server yang digunakan untuk menjalankan aplikasi Java berbasis web dan aplikasi ini tidak gratis sehingga kita harus membeli jika ingin implementasi yang sesungguhnya. Meskipun aplikasi ini tidak gratis, tidak ada salahnya jika kita mengenal aplikasi ini sekedar untuk menambah koleksi pengetahuan tentang aplikasi berbasis web. Jika ada yang ingin mencoba menjalankan aplikasi web server ini silahkan download di web site www.ibm.com.


Aplikasi web server ini sangat komplek dan banyak fitur-fitur di dalamnya maka penulis hanya menjelaskan tentang sistem keamanan dari IBM Web Sphere. Salah satu kelebihan IBM Web Sphere ini adalah dapat berjalan dibanyak OS seperti Windows, Linux, IBM AIX, Sun Solaris, HP-UX, IBM OS/400 karena dibangun di atas platform Java. Aplikasi IBM Web Sphere terdiri dari 2 bagian aplikasi utama yaitu IBM HTTP Server dan Container. IBM HTTP Server merupakan aplikasi yang menjalankan daemon port 80 yang akan diakses oleh pengunjung web site di mana request setiap pengunjung akan diterima terlebih dahulu oleh IBM HTTP Server kemudian diteruskan kepada container yang mengekskusi setiap aplikasi java yang terdapat pada virtual host-virtual host yang ada dibelakang layer IBM HTTP Server. Hal ini memungkinkan aplikasi dapat lebih aman dibandingkan dengan pengguna direct terhadap aplikasi yang terinstal pada server karena dipisahkan oleh layer-layer aplikasi yang terpisah.



Pada dasarnya sistem keamanan yang ada pada IBM Web Sphere di bagi menjadi dua macam yaitu:

1. Demilitarized Zone(DMZ)
DMZ pada IBM Web Sphere dibagi menjadi 3 segmen utama yaitu public network, DMZ, dan Enterprise Network.

Public Network merupakan sistem keamanan IBM Web Sphere pada bagian luar yang langsung berhadapan dengan pengunjung situs. Public Network merupakan level aplikasi yang dapat diakses oleh pihak luar atau pengunjung web site. Pada bagian ini semua request dari pengunjung akan dilayani namun tidak secara langsung mengakses level Enterprise Network. Semua request dari user akan ditampung dulu pada level DMZ yang kemudian akan diteruskan pada level Enterprise Network.


DMZ atau juga disebut sebagai HTTP server merupakan aplikasi yang berdiri sendiri yang menjembatani antara Public Network dan Enteprise Network. Setiap HTTP server memiliki Web Sphere Servlet Redirector yang menghubungkan dengan setiap Web Sphere Aplication Server pada Enterprice Network. DMZ Web Sphere bertugas melakukan manajemen tehadap web aplikasi yang terinstal, manajemen memori aplikasi, mengatur trafik request dati pengunjung web site, firewall dan lain-lain.



2. Authentication dan Authorization
Sistem keamanan ini melakukan pengecekan pada level user name dan password setiap user yang akan masuk ke dalam Enterprise Network untuk melakukan administrasi terhadap web aplikasi berdasarkan hak akses masing-masing user. IBM Web Sphere ini juga dapat dikonfigurasi atau di integrasikan dengan menggunakan Lightweight Directory Access Protocol(LDAP) yang menyediakan kemampuan manajemen keamanan terpusat.

Dengan kemampuan sistem keamanan yang terintegrasi ini memungkinkan pengggunaan sistem keamanan aplikasi satu atap atau Sigle Sign On. Dengan demikian setiap user tidak perlu melakukan log in berulang kali untuk mengakses aplikasi yang berbeda-beda(aplikasi HR, Acounting, Email, Intranet, dll), cukup sekali melakukan log in maka user dapat melakukan aktifitas manajemen data dan informasi melalui aplikasi yang tersedia sesuai dengan hak akses masing-masing.

Demikian uraian singkat mengenai sistem keamanan IBM Web Sphere semoga bermanfaat bagi para pembaca. Thanks :)

Manajemen File Menggunakan WebDav Server



Deskripsi :
Web Dav merupakan aplikasi client-server yang memungkinkan user menyimpan file melalui browser menggunakan protokol http. Dengan menggunakan web dav user dapat dengan mudah melakukan download dan upload menggunakan browser.

Saat ini pengaruh perkembangan internet sangat pesat di mana pemanfaatan internet ini bahkan sangat bermacam-macam karena kemudahan yang dimiliki dan sangat murah. Internet selain digunakan untuk melakukan kegiatan publikasi informasi juga bisa dimanfaatkan sebagai media kirim-surat, chatting, melakukan kontrol terhadap aplikasi jarak jauh, monitor pekerjaan, dan lain sebagainya. Hal ini tentunya sangat memudahkan pekerjaan kita sehari-hari sehingga pekerjaan dapat dilakukan tanpa harus datang ke lokasi atau menunggu sekian lama untuk menyampaikan informasi kepada masyarakat luas. Media internet bisa juga digunakan untuk melakukan sharing data/file melalui internet di mana antar orang dapat saling bertukar data atau informasi dengan cepat dan mudah. Salah satu cara yaitu dengan menggunakan Web Dav Server.

Dalam melakukan uji coba kali ini saya menggunakan aplikasi Sun Web Server versi 6.1 seperti tampak pada gambar 1.1 di mana dapat diperoleh secara gratis dari web site http://www.sun.com/. Dalam menggunakan aplikasi web dav ini tidak semua web server memiliki fitur web dav. Jika ingin mencoba silahkan lihat dulu spesifikasi fitur yang dimiliki oleh web server. Saya menggunakan Sun Web Server karena sudah mendukung dan memiliki fitur web dav dan sangat mudah untuk dikonfigurasi.

Web Dav merupakan aplikasi yang digunakan untuk melakukan manajemen file menggunakan port HTTP. Web dav ini memiliki cara kerja yang mirip dengan aplikasi FTP yang juga digunakan untuk melakukan manajemen file menggunakan media internet atau local net. Dengan Web Dav seolah-olah kita dapat meyimpan atau melakukan manajemen data melalui internet meskipun server tempat penyimpanan aplikasi beda tempat.

Dengan menggunakan web dav kita dapat melakukan manajemen data file melalui windows explorer, atau browser. Manajemen akan terasa lebih mudah karena dengan media browser kita dapat melakukan penyimpanan dan download file dengan cara drag n drop (geser file dari server ke local net seperti copy paste pada windows explorer namun menggunakan media browser atau sebaliknya). jika anda ingin melakukan manajemen file yang terintegrasi dengan windows explorer maka tinggal melakukan mapping pada windows explorer sehingga manajemen data yang ada dilocal dan di server dapat terintegrasi.

Cara melakukan konfigurasi dan instalasi menggunakan web dav adalah sebagai berikut :
- Download aplikasi web dav
- Instal dan letakkan hasil instalasi pada c:/Sun/WebServer6.1
- Setelah selesai melakukan instalasi maka terdapat root directory pada c:/Sun/WebServer6.1
- lakukan konfigurasi dengan memanggil url http://localhost:8888/
- muncul halaman seperti tampak pada gambar 1.1
- untuk melakukan setup aplikasi yang digunakan sebagai dav directory buat dulu file project webdav.war(nama optional)

Sebelum melakukan instalasi aplikasi web dav directory buat dulu file project yang digunakan untuk menghasilkan file aplikasi web dav(.war). karena web dav yang digunakan pada aplikasi web server Sun hanya mendukung file (berekstensi *.war). Setelah membuat project langsung dikonfigurasi web dav server menggunakan web dav deploy web application seperti terlihat pada gambar 1.5.
Setelah melakukan deploy dan konfigurasi ACL(Access Control List) dapat diakses melalui web site atau melalui windows explorer seperti gambar 1.8